Ribuan Driver Go-Jek Diskors
Metrotvnews. Jakarta; Salah satu cara yang GO-JEK lakukan
untuk mempopulerkan layanannya adalah dengan menawarkan promosi,
memberikan subsidi para pelanggan sehingga para pelanggan tidak perlu
membayar penuh. Meskipun begitu, niat baik GO-JEK ini justru
disalahgunakan oleh para driver GO-JEK.
Jika Anda masih ingat, beberapa waktu lalu, sempat muncul kasus yang
menyebutkan bahwa banyak driver GO-JEK yang melakukan penipuan dengan
membuat order fiktif. Hal ini tentunya merugikan GO-JEK sebagai
perusahaan.
Melalui halaman Facebook resmi GO-JEK, Nadiem Makarim, CEO dan pendiri GO-JEK menjelaskan bahwa mereka telah memeriksa data order yang diterima oleh para driver GO-JEK dalam satu bulan ke belakang.
Dia mengatakan, mereka menemukan lebih dari 7.000 driver yang melakukan kecurangan dengan membuat order fiktif. Untuk para driver yang telah melakukan kecurangan ini, Nadiem lalu memutuskan untuk 'memecat' mereka.
"Selama satu bulan ke belakang, kami telah mengolah data dan ternyata,
terdapat lebih dari 7.000 driver senusantara yang terlibat dalam kasus order fiktif, dimana dia tidak mengambil order nyata, namun menerima pendapatan jutaan per bulan," kata Nadiem.
Dia meyakinkan, sebelum menskors para driver, pihak GO-JEK telah mencari bukti yang kuat.
"Kami telah memberikan peringatan beberapa kali bahwa GO-JEK tidak akan
pernah mentolerir kecurangan ini," kata Nadiem. Dia mengaku kecewa atas
kecurangan yang dilakukan para driver.
Dia juga menceritakan bahwa para driver GO-JEK lainnya yang tidak
terlibat dalam kasus ini, mengaku bingung karena GO-JEK tidak menindak
para driver yang curang sebelum ini.
Meskipun begitu, Nadiem masih membuka kesempatan bagi para driver yang terlibat kasus order fiktif untuk kembali bergabung dengan GO-JEK. Satu syarat yang dia tawarkan adalah para driver tersebut harus mengembalikan uang yang mereka dapat dengan melakukan order fiktif.
Sumber Berita; http://teknologi.metrotvnews.com/read/2015/12/02/456294/ribuan-driver-go-jek-diskors-ini-alasan-nadiem
Category: NEWS









0 komentar